Adsense

Sabtu, 30 Oktober 2010

Observatorium Bosscha, Cagar Budaya

Terletak di Lembang 13 km sebelah utara dari pusat kota Bandung, Observatorium Bosscha bukan hanya tempat penelitian tetapi juga berfungsi menjadi tempat informasi ilmiah yang banyak dikunjungi terutama oleh pelajar. Salah satu bangunan tertua adalah bangunan Kupel tempat teleskop yang panjangnya 11 m tersimpan. Bentuk bangunan ini sangat unik atapnya berbentuk setengah bola yang bisa diputar 360 derajat.

Obseravatorium ini dahulu disebut Bosscha Sterrenwacht dibangun atas prakarsa NISV (Nederlandsch-Indische Sterrekundige Vereeniging) atau Perkumpulan Bintang Hindia Belanda pembangunannya memakan waktu l.k. lima tahun dari 1923 sampai 1928. Penyandang dana utama adalah seorang pemilik perkebunan teh di Priangan bernama K.A.R Bosscha, beliau membelikan teropong refraktor ganda 60 cm Zeiss. Arsitek gedung observatorium adalah Wolff Schoemacher yang juga arsitek dari gedung-gedung utama di Kota Bandung sebelum Perang Dunia II.

Pada tahun 2004 observatorium ini ditetapkan sebagai Cagar Budaya oleh pemerintah, jauh sebelum itu pun sudah disadari bahwa observatorium ini adalah tempat yang harus dilindungi. Observatorium Bosscha adalah salah satu rangkaian observatorium refraktor besar yang dibangun akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20 lihat pada taut ini http://en.wikipedia.org/wiki/List_of_largest_optical_refracting_telescopes. Tanggal 17 Oktober 1951 atau dua tahun setelah pengakuan kedaulatan Indonesia oleh Belanda, NISV menyerahkan pengelolaan observatorium ini ke pemerintah Indonesia. Observatorium kini menjadi bagian dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam - Institut Teknologi Bandung. Jika anda ingin berkunjung ke observatorium ini silahkan klik taut ini http://bosscha.itb.ac.id/kunjungan.html.

Observatorium Bosscha. Tahun pengambilan gambar dan pemotretnya tidak diketahui. Potret ini saya ambil dari album ibu saya ketika saya masih di Sekolah Dasar. Saya berjanji suatu saat akan ke sini dan akhirnya terlaksana ketika menjadi mahasiswa Astronomi tahun 1984 dan berkunjung ke sini. Ibu saya mengatakan potret ini dibeli dari salah satu toko buku di Jalan Braga ketika beliau masih sekolah di SMA V/C akhir tahun 50-an.

Jauh sebelum Observatorium Bosscha berdiri pada abad ke-18 telah berdiri tempat pengamatan benda langit secara khusus. Dari koleksi Perpustakaan Nasional di Jakarta ada sebuah lukisan di atas kertas ukuran 32,5 cm X 52 cm dengan tinta Cina yang dibuat oleh Johannes Rach (1720-1783) pada tahun 1770. Lukisan tersebut melukiskan sebuah kelenteng Cina Kim Tek I yang terletak di Jalan Petak Sembilan Jakarta dengan latar belakang gedung berlantai enam. Bagian atas gedung datar tempat astronom amatir Johan Maurits Mohr (1716-1775) melakukan pengamatan benda-benda langit.

Observatorium Mohr (Koleksi Perpunas)

2 komentar:

  1. Maaf kepada "KABAYAN" sewaktu komennya saya mau publikasikan Google/Blogger sedang maintenance. Sewaktu mau saya publikasikan hari ini kata Blogger.com komentar sudah tidak ada. Terima kasih atas kunjungannya, sebenarnya saya ingin tahu blog Kabayan.

    BalasHapus